Skip to main content

Sistem, klasifikasi, jenis dan etika pendakian



       







Salam satu alam sobat backpacker, semoga senantiasa diberi kemudahan dalam segala urusan, nah pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai jenis-jenis pendakian gunung, bagi kawan-kawan yang hoby mendaki gunung pasti tidak asing dengan istilah-istilah seperti, hill walking,scrambling, climbing, rock climbing, snow & ice climbing. Semua istilah-istilah yang saya sebutkan itu sebenarnya semua sama cumun yang membedakannya adalah pengklasifikasiannya
 itu berdasarkan bentuk dan jenis medan yang ditempuh.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca sampai habis yaaa…!

Mendaki gunung adalah kombinasi antara olahraga dan kegiatan rekreasi,pendakian umumnya merujuk pada perjalanan panjang dan penuh semangat di Indonesia sendiri pendakian diidentikkan dengan perjalanan menuju puncak gunung, meskipun tergolong menyenangkan namun olahraga pendakian gunung ini termasuk dalam jenis olahraga ekstrem. Juga ada banyak jenis dari pendakian gunung, diantaranya :

Jenis- jenis pendakian gunung

a. Hill walking

Hill walking adalah jenis pendakian pada bukit-bukit yang relatif landai, biasanya tidak terlalu membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis

b. Scrambling

Scrambilg adalah jenis pendakian pada tebing-tebing yang relative landai, dan hanya memerlukan keseimbangan tubuh,namun terkadang juga menggunakan tangan untuk tetap menjaga keseimbangan, biasanya juga menggunakan pengaman bagi pomula

c. Climbing

Climbing adalah jenis pendakian yang memerlukan penguasaan teknik khusus, peralatan yang mumppuni juga sangat dibutuhkan sebagai pengaman, climbing ini kemudian dibagi menjadi dua yaitu:

· Rock climbing atau pendakian pada tebing berbatu

· Snow & ice climbing atau pendakian pada es dan salju

d. Montaineering

Mountaineering adallah gabungan dari semua jenis pendakian yang telah saya jelaskan sebelumnya. Mountaineering juga tidak luput dari yang namanya survival, jadi seorang mountaineer itu harus menguasai teknik survival, ini berguna kerika pada saat pendakian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

System pendakian gunung

Jadi system pendakian gunung ini dibagi menjadi dua

a. Himalayan system

Himalayan system adalah system pendakian yang memakan waktu yang sangat lama, bahkan bias sampai berminggu-minggu, system ini berkembang pada pendakian ke puncak-puncak pegunungan Himalaya, kerjasama kelompok dalam system ini terbagi dalam beberapa tempat peristirahatan, sebut saja basecamp dan flying camp.keunikan dari system pendakian ini adalah, meskipun hanya satu dari sekian anggota kelompok yang sampai ke puncak, dan sebagian anggota hanya sampai pada pertengahan, pendakian ini akan tetap dinyatakan berhasil.

b. Alpine system

Alpine system adalah system pendakian yang berkembang di pegunungan alpen, system ini tergolong lebih cepat, karna pendaki tidak perlu kembali ke baseamp, perjalanan dilakukan secara bersama-sama dengan cara terus mendaki sampai ke puncak, tujuannya agar semua pendaki sampai kepuncak secara bersama-sama.

Setelah kita mengetahui jenis dan system pendakian gunung, selanjuutnya kita akan melangkah ke klasifikasinya.

Jadi secara umum klasifikasi pendakian gunung dibagi menjadi enam, pembagiannya ini berdasarkan tingkat kesulitan.

a. walking

berjalan tegak tanpa bantuan perlengkapan kaki khusus

b. Scrambling

dengan medan yang agak sulit, sehingga perlengkapan kaki yang memadai serta penggunaan tangan untuk membantu sangat dibutuhkan.

c. Climbing

Medan semakin sulit dan diperlukan teknik pendakian tertentu, tetapi belum membutuhkan tali pengaman

d. Exposed climbing

Kesulitan bertambah, sehingga dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk memasang anchor

e. Difficult free climbing

Rute yang dilalui cukup sulit, tali, sling, piton dll, masih dibutuhkan sebagai pengaman

f. Aid climbing

Tebing tidak lagi memberikan pegangan, sehingga pendakian sepenuhnya bergantung pada peralatan.

Etika dalam pendakian

1. Saling menghormati, sesame pendaki

2. Menghormati kehidupan liar

3. Biarkan apa yang dilihat dan ditemukan

4. Tidak membuang sampah sembarangan

5. Menjunjung tinggi adat istiadat setempat

Nah teman-teman sekalian itulah ulasan singkat seputar pendakian, semoga bermanfaat, dan jika teman-teman menyukai artikel ini silahkan dibagikan, salam hanngat dari saya, bunglonbackpackker terimakasih telah menyempatkan membaca.




Comments

Popular posts from this blog

Characteristics of Children’s Learning Style: Learning Theories

  INTRODUCTION 1.1   Background Every child born has different characteristics of the brain’s capacity to absorb, process, and communicate information. Learning is mental activity that involves the brain’s ability to absorb, process, and communicative information. Of course, learning is not merely memorizing activities. Much will be lost (impermanent) in a few hours. To remember what has been taught, learners must process the information and understand it. As we know that we have a brain with a unique characteristic between the left brain and the right human brain. The right brain has a long term memory characteristic while the left hemisphere is ranked as in short of memory. One of the characteristics of learning associated with absorbing, processing, and transmitting of that information is the learning style of learners. Learning style are important study modalities. Some learners can study very well only by seeing other people do it. They like the way the information ...

JANGAN MELAKUKAN INI SAAT MENDAKI GUNUNG

Salam satu alam sobat backpacker, semooga tetap berada dalam lindungan yang maha kuasa, dan semoga covid19 ini juga cepat menghilang, agar kita semua bisa berkegiatan dengan normal kembali. Aminnn…!!!. Dalam artikel ini saya akan sedikit membahas mengenai apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika melakukan pendakian gunung. Mengapa kemudian timbul dalam benaknya saya untuk membahas hal seperti ini, karna berhubung saat ini semakin banyak khalayak yang kian suka mendaki gunung, tentunya dengan alasan yang berbeda-beda. Mulai dari yang hanya ingin menikmati sunrise di puncak gunung, mencari suasana baru, atau hanya sekedar ingin melepas diri dari rutinitas kota yang membosankan. Memang benar bahwa keindahan dan ketenangan yang kita dapatkan ketika mendaki gunung mungkin akan sulit ketika ingin dituliskan dengan kata-kata, dan karna keindahan dan ketenangan itu pula yang menyebabkan orang-orang kecanduan untuk kembali lagi kegunung. Dan tidak bisa dipungkiri juga karna semakin ba...